Continued Story Part 1

2 Comments »
Neraka itu Panas Namun Membuatmu Menggigil

Orang-orang di sekitarku sepertinya mencemaskan kondisiku, tubuhku panas, suhu termometer menunjukkan 40.5 derajat celcius, jauh melewati batas normal 36-37 derajat celcius, namun aku menggigil, seperti berada di kutub selatan, di ujung dunia.



Benci, itulah yang aku rasakan, perasaan antipati terhadap nyamuk aedes aegepty yang telah membuatku menderita selama 9 hari terus menerus muncul di benakku. Liburan selama 2 minggu sama sekali tidak berarti, tanpa rekreasi, tanpa pulang ke kampung halaman, tanpa internet, tanpa erepublik, ym, dan sebagainya. Hanya berbaring di tempat tidur, pergi ke kamar mandi, menonton televisi di sebuah kamar yang sepi, hanya ada aku yang lemas, dan satu orang anggota keluarga yang mendampingiku. Aku tidak ingin berada di sini, aku ingin pulang secepatnya, namun tidak bisa, selama 9 hari aku harus terkurung dalam penjara berkedok medis ini.


Aku pun sama sekali tidak pernah menyangka akan masuk ke tempat ini, sebelumnya aku selalu segar bugar, tidak terlihat tanda-tanda kelelahan, bahkan aku sempat pergi ke bandung bersama teman sesama pemburu perguruan tinggi selama 2 hari. Aku tidak merasa ada yang aneh dengan tubuhku, hingga pada suatu malam ketika aku tertidur, aku merasa kedinginan, tanpa Air Conditioner namun terasa sangat dingin, hingga aku bangkit dari tidurku dan mengenakan jaket tebal, namun rasa dingin itu tidaklah pudar, bahkan seluruh tubuhku merasa dingin, sangat aneh.


Pagi harinya semuanya kembali normal, aku merasa tubuhku sehat, dan aku dapat beraktivitas dengan baik, siang hari aku pergi ke cikampek bersama dengan keluargaku untuk mengunjungi famili kami, di tengah perjalanan aku merasa aneh dengan tubuhku, berbeda dengan yang semalam aku rasakan, kini semuanya sangat berlawanan, aku merasakan panas yang begitu hebat mengelilingi tubuhku, aku bahkan tidak dapat memakan apapun, donat yang dibeli di rest area km 19 aku muntahkan, bahkan saat berada di rumah makan sate maranggi aku tidak dapat makan apa yang aku suka, sate maranggi yang biasanya dapat aku habiskan dengan cepat satu porsinya tidak dapat aku masukkan ke dalam tubuhku satu tusuk pun, selalu aku muntahkan, hingga “promag” menolongku untuk memakan semangkuk sup.


Pada malam hari kami telah pulang dari cikampek dan sudah berada di rumah, aku pun kembali merasa dingin, saat itu ibundaku menyadari keanehan dalam diriku, di saat aku merasa kedinginan, beliau memeriksa suhu tubuhku, dan yang aneh, berdasarkan pemeriksaan ternyata suhu tubuhku tinggi, namun kenapa aku merasa sangat dingin?


Menyadari kondisiku yang aneh ini, ayah dan ibundaku membawaku ke sebuah rumah sakit, pukul 9.00 aku dibawa ke sebuah rumah sakit, ini membuatku curiga, karena biasanya aku diantar ke dokter langganan kami di daerah otista, namun kali ini orang tuaku dengan pasti membawa ke rumah sakit, aku sadar bahwa ada sesuatu yang gawat pada tubuhku. Sepanjang perjalanan aku mengeluh, kepalaku sakit, mual dan sebagainya, hingga akhirnya aku telah berada di ruang dokter dan dokter menganjurkan untuk periksa darah. Tidak ada yang aneh dengan hasil periksa darah itu, hanya trombositku saja yang sedikit di bawah normal, 156 bukanlah angka yang buruk. Namun aku dianjurkan untuk menunggu, beberapa jam, hingga aku bosan, namun tidak dapat berbuat apapun karena tubuhku sudah sangat melemah.


Setelah menunggu beberapa lama, ternyata aku harus menjalani periksa darah untuk ke dua kalinya, aku pun terkejut dengan hasilnya, anjlok cukup jauh dari pemeriksaan yang pertama. 113, aku tahu itu bukanlah angka yang baik untuk trombositku, kini aku berada antara 2 penyakit yang berkaitan dengan rendahnya jumlah trombosit, tipes dan demam berdarah, dan dokter berkata kedua penyakit itu ada dalam tubuhku.


Rawat inap, aku di anjurkan oleh dokter untuk menjalani rawat inap, pada awalnya aku tidak merasa itu adalah sebuah masalah yang besar, hingga akhirnya ibundaku berkata bahwa kamar VIP di rumah sakit itu sudah penuh, bahkan untuk kamar kelas 1 dan 2, hanya tersisa kamar kelas 3, akhirnya keputusanpun dibuat, aku dirawat di kamar kelas 3, dan apabila pasien kamar VIP ada yang sudah pulang, aku akan dipindahkan ke kamar itu, diantar dengan kursi roda oleh suster, aku memasuki kamar kelas 3 yang memuat 8 orang dan jika dibandingkan kamar VIP dengan luas kamar yang sama dan dihuni oleh 1 orang, kamar ini terlalu mengerikan, bahkan tidak sekat ataupun gorden yang membatasi pasien yang satu dengan lainnya, tidak ada privasi di sini, layaknya barak tentara. Akupun berpikir bahwa aku tidak akan sembuh berada di sini.


Kamar kelas 3, Sesuai dugaanku, kamar yang berisi 7 orang dari kuota maksimal 8 orang ini sangatlah gaduh, apalagi pada saat jam besuk, aku tidak suka ini, aku tidak dapat beristirahat dengan tenang, ingin rasanya aku bangkit dan memaki mereka semua, namun tidak kulakukan, justru aku memberikan ultimatum kepada ibundaku untuk sesegera mungkin pindah dari kamar ini.


Pasien-pasien selainku adalah Seorang pemuda, anak seumuranku, bapak berambut ikal, bapak kurus, pemuda gemuk yang sepertinya orang pengajian, dan pemuda berkulit hitam yang disebut ketua RT karena ia adalah yang paling awal masuk sini. Setelah kedatanganku datanglah pasien ke-8 yang melengkapi kamar ini, seorang bapak paruh baya, bapak ini orang betawi, bertambahlah kejengkelanku atas kamar ini, aku yakin kamar ini akan semakin gaduh karena kedatangannya.


Bersambung....


Kisah Selanjutnya : "kelas 3 yang menyenangkan dan VIP yang membosankan"


Sebetulnya kisah ini hendak dititipkan kepada paman saya yang suka menulis untuk harian Kompas atau Republika, namun karena suatu hal tidak jadi dikirimkan.


NB : Kisah ini akan berlanjut hingga part 4..
18:30

Gara-gara sakit di rumah bisa posting ^^

2 Comments »

Sudah lama sekali gw gak bisa posting artikel di blog ini (maklum, sibuk sob ^^), hari ini gw bisa posting juga karena gw menderita penyakit yang menyebabkan gw susah makan, menyebabkan gw pusing setengah mati, tensi darah gw rendah, dan suhu tubuh gw tinggi (intinya radang tenggorokan) yang menyebabkan gw harus meliburkan seluruh kegiatan harian gw termasuk sekolah dan LIA.

Mengapa gw jarang sekali posting akhir2 ini??

Penyebabnya adalah kesibukan gw di dua dunia, Real Life dan New World, di Real Life gw berperan sebagai anak SMAN 81 Jakarta kelas Akselerasi yang kemarin sedang sibuk2nya ulangan akhir semester 2 buat naik ke kelas XII.

Di New World, gw berperan sebagai ketua umum Partai Rakyat Merdeka yang sedang gencar melakukan kampanye buat mendukung salah satu kader PRM untuk memenangkan pemilu presiden (sekarang udah kepilih nyaris bertepatan dengan terpilihnya Barrack Obama sebagai presiden Amerika), gila kan? Anak SMA jadi ketua partai, dan lagi yang maenin game ini rata-rata anak kuliahan yang suka ngenet di kampus nyolong wireless, pegawai kantoran yang suka nyolong2 waktu di kantor buat internetan, anak Indonesia yang bisa kuliah di Luar Negeri dan memanfaatkan akses internet gratis di LN buat internet, pokonya 3887 orang Indonesia memainkan game ini, dan 140ribuan orang di seluruh dunia memainkan game ini, erepublik, yak inilah dunia Internet, di dunia maya ini, anything is possible, anak sma bisa ngatur anak2 kuliahan dan orang kantoran, semua bisa bukan karena coca cola, tapi tergantung seberapa besar akses internet yang kita miliki (bukan maksud menghina yang masih telkomnetinstan ^^). Buktinya adalah gw bisa jadi ketua umum partai, mengusulkan calon presiden, mengusulkan nama2 anggota calon kongres, dll.

Itu baru pembukaan bro and sis ^^, ini baru inti dari postingan gw kali ini. Hari ini gw mendapatkan banyak sekali pelajaran.

Pelajaran yang pertama, jangan banyak-banyak makan gorengan, kalo lo udah pernah ngerasain rasa sakit yang gw rasain hari ini, lo bakalan berpikiran untuk mendemo tukang gorengan yang lewat depan rumah, karena minyak bekas yang dipake sangat berbahaya bagi tenggorokan anda. Percayalah....

Pelajaran yang kedua adalah jangan tidur terlalu mepet dengan tembok, ketika sakit, gw terlalu banyak menghabiskan waktu di kasur, dan entah kenapa, tidur mepet2 tembok enak sekali rasanya, sangat nyaman untuk bersenderan di tembok, namun berhati-hatilah akan bahaya kejedot, sakit sekali rasanya, apalagi jika anda sedang menderita sakit tenggorokan, sangat tidak menyenangkan.

Pelajaran ketiga adalah jangan pernah mencoba untuk makan telor mata sapi dengan saos sambal indofoof ekstra pedas ketika tenggorokan anda sedang sakit, sensasi rasa perih dan panas akan anda dapat ketika anda melakukannya.. PERCAYALAH!!!

Pelajaran yang keempat adalah Televisi adalah media yang menyajikan tayangan pembodohan paling besar untuk negeri ini, semuanya bukan semata-mata karena tidak tercapainya Wajib Belajar 9 Tahun, tapi juga karena tayangan televisi yang sifatnya menyebarkan kebodohan untuk bangsa ini, sangat sedikit sekali channel berkualitas yang dimiliki negeri ini, sisanya hanya stasiun televisi sampah tidak berguna, gw bangga dengan beberapa stasiun televisi yang memang menyajikan tayangan bermutu, tapi sebagian besar memang kurang memuaskan. Tahukah anda bahwa Acara seperti Sergap dan Buser yang disiarkan justru menambah angka kriminalitas di negeri ini? Bagaimana kedua acara tersebut begitu gencar menyiarkan tentang ryan, pembunuh dari jombang, beberapa waktu yang lalu, dan saat ini keduanya meyiarkan kembali 2 buah kasus mutilasi yang terjadi, kali ini dilakukan oleh isteri muda yang membunuh suaminya, dan kasus yang lain dilakukan oleh suami terhadap istrinya. Kejahatan yang ditayangkan oleh Buser dan Sergap bukan menjadi pembelajaran tapi justru menjadi inspirasi untuk melakukan kejahatan bagi sebagian orang.

Pelajaran yang kelima buat adek gw nih yang masih bau kencur, cinta itu bukan diukur dari mobil yang diberikan dan masa depan yang menjanjikan sis. Lagi-lagi dari televisi, liat aja kasus syekh puji (43 tahun) sama istrinya yang umurnya ga jauh sama adek gw, masih 12 tahun cuy. 12 tahun itu kayanya baru umur2 gadis SMP deh, apa sih yang anak SMP tau? Gw kembali mengingat apa yang gw tau dan gw lakukan waktu SMP, dan gw baru sadar kalo jaman SMP adalah jaman2 terbodoh yang pernah gw lalui, entah knapa gw ga terlalu banyak belajar arti hidup ini waktu gw SMP, gw justru lebih banyak menimba ilmu pada waktu gw SD dan SMA sekarang ini, mungkin karena gw merasa SMP bukanlah masa yang terlalu penting karena toh abis itu targetnya cuma harus lanjut ke SMA, terus knapa si ulfa itu mau nikah sama syekh puji? Yap, jawabannya mungkin karena dia adalah gadis SMP, seorang anak SD mungkin akan merasa jijik untuk menikah dengan bapak-bapak tua, gadis SMA mungkin enggan dan berpikir ribuan kali untuk menikah dengan tua bangka, tapi pemikiran sempit ala gadis SMP kayanya jadi alasan yang pas, knapa gw bilang gtu? karena adek gw yang masih SMP pemikirannya emang sempit banget, tahukah anda bahwa dia terobsesi untuk masuk SMK? Anjrit, gw dan kakak gw merasa terinjak2 banget kalo dia masuk situ, tradisi keluarga ini yang masuk ke sekolah unggulan bisa hancur kalo dia sampe masuk SMK. Dasar gadis SMP...=)), ulfa ini kayanya udah bener-bener bego deh, sorry gw bilang gitu, selain masalah pendidikan dia yang masih SMP, gw rasa motif ekonomi berada di balik semua ini. Seorang gadis 12 tahun miskin yang dijadikan istri oleh pengusaha emas kaya, jika sebelumnya ia seringkali naik becak bahkan jalan kaki, kali ini ulfa bolak balik menggunakan mobil mewah, gw rasa inilah penyebab terbenturnya upaya kak seto untuk bisa menceraikan pujiono dengan ulfa. Coba aja nicolas saputra suruh ngerayu si ulfa, gw yakin si ulfa bakalan lebih milih nicolas saputra dapripada pujiono, wkakakak...

Tuh kan televisi udah bikin gw ngawur, bikin postingan aja ngawur, ga ada kerjaan di rumah, ya akhirnya begini deh...hahahaha

Salam damai penuh kasih, Merdeka!

nugrahaboy

19:44

Laskar Pelangi

3 Comments »
hmm, beberapa waktu yang lalu, gw dan pacar gw merayakan setahunnya hari jadi kami berdua. gw bersama dengan pacar gw, dita, pergi buat nonton film yang udah lami kami nantikan, Laskar Pelangi judulnya. Film yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata ini memang membuat penasaran semua orang yang pernah baca tetralogi Laskar Pelangi. Semua pecinta novel Laskar Pelangi pasti sangat menantikan filmnya.

Sebelumnya terjadi perdebatan yang cukup alot mengenai lokasi yang tepat untuk nonton, gw menganjurkan ke blitz yang baru di daerah Kelapa Gading, setidaknya kami berusaha untuk tidak ke MM lagi. Namun apa mau dikata, kalau orang tua sudah berbicara, mau tidak mau kami harus menerima, dengan alasan bulan puasa dan waktu nonton mendekati malam hari (sekalian mau buka puasa), kami di anjurkan untuk tidak pergi terlalu jauh, yah akhirnya kami pun menerima usulan orang tua, pergilah kami ke tempat yang terdekat.
MM.

Kamipun janjian di LIA Galaxy, sekalian bayar LIA, yup, maksud hati mau bayar, uang pun sudah dipersiapkan, tapi sepertinya Tuhan lebih suka kalau saya balik lagi ke LIA lain waktu. (Jauh abis ni tempat dari rumah gw), insiden besar terjadi, sebuah kejadian paling menggemparkan dan tidak akan bisa dilupakan.
GW GA BAWA KARTU NYA....

Akhirnya kami pun meluncur ke Metropolitan Mall, dan mendapati suatu kenyataan pahit bahwa tiketnya yang jam 2 udah abis. Ya karena lagi puasa, akhirnya kami pun bersabar dan membeli tiket yang jam 5 aja, lagipula kami bisa menunggu waktu di Gramedia dan membeli beberapa buku (namanya juga punya duit, kalo ga punya pasti nasibnya kaya orang-orang yang cuma nungguin sambil bengong, ketauan cuma bawa duit 20ribuan pas2an sama harga tiket) dan pulpen seharga 21500. Selain ke Gramedia kami sempat keliling-keliling terus fotobox. ya pokoknya ga cuma bengong nungguin sampai jam 5.

Setalah cukup lama menunggu, akhirnya waktu yang dinantikan tiba, kami berdua masuk studio setelah ada suara informasi yang mengumumkan bahwa studio telah dibuka. Tak pelak, kami pun langsung masuk ke dalam dan mendapati tempat duduk dalam keadaan kosong (yaiyalah benga!).

Jujur menurut kami film laskar pelangi bisa dibilang bagus, bukan.. tetapi sangat-sangat bagus.. kami sengaja membeli kudapan ringan, untuk sekalian berbuka puasa nanti. Cerita yang sangat menarik, lagu yang menyentuh, pengambilan gambar yang sempurna, menjadi rekomendasi dari kami berdua mengenai film Laskar Pelangi. Meskipun kami merasa bahwa film ini agak berbeda dari versi novelnya. Saya tidak menganggap itu suatu masalah yang besar. Karena kita harus menghormati imajinasi. Terdapat perbedaan yang begitu besar antara imajinasi penonton, dengan imajinasi pembaca. Ketika kita menonton, maka kita menggunakan imajinasi penonton,mengikuti imajinasi sang sutradara. Tetapi ketika kita menjadi pembaca, kita menggunakan imajinasi pembaca, sehingga kata-kata merupakan sumber ide yang memperkosa imajinasi kita, imajinasi kita bebas, bebas menafsirkan yang kita inginkan.

Akhirnya film pun berakhir, kami pun keluar dari teater dan pergi mencari tempat makan untuk berbuka puasa. Setelah itu kami pulang dengan perasaan lega karena rasa penasaran kami telah terpuaskan oleh film yang sangat menggugah dan menggambarkan keadaan dunia pendidikan di Indonesia, Film kreatif dari karya novelis yang memiliki banyak inspirasi dan dikemas oleh sutradara jenius yang membuat orang yang menontonnya akan merasa berdosa jika tidak mensyukuri hidup.

Sekian

Salam damai penuh kasih, Merdeka!
-Nugrahaboy-
03:00

Pertanyaan Bodoh Manusia

1 Comments »
Assalamu'alaikum Wr. Wb. ...
Bismillahirrahmannirrahim...

Gw punya sebuah kisah, yang gw rasa akan ada salah satu darilo merasa sangat goblok karena memiliki otak sedangkan lo ga bisa menggunakan, mempunyai hati tapi lo ga bisa merasakan.
beginilah kisahnya :

Ada seorang pemuda yang meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, kiyai atau siapa saja yang bisa menjawab 3 (tiga) pertanyaannya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, yaitu seorang kiyai.

Pemuda : Anda siapa dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanya an saya?

Kiyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.

Pemuda : Anda yakin? Sedangkan Profesor dan ramai orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.

Kiyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.

Pemuda : Saya ada 3 pertanyaan:

1. Kalau memang Allah itu ada, tunjukan wujud Allah kepada saya ?

2. Apakah yang dinamakan takdir ?

3. Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Allah tidak pernah berfikir sejauh itu ?

Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras.

Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa anda marah kepada saya?

Kiyai : Saya tidak marah...Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.

Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.

Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit.

Kiyai : Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada?

Pemuda : Ya!

Kiyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu!

Pemuda : Saya tidak bisa.

Kiyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama...kita semua merasakan kewujudan Allah tanpa mampu melihat wujudnya.

Kiyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?

Pemuda : Tidak.

Kiyai : Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari ini?

Pemuda : Tidak.

Kiyai : Itulah yang dinamakan takdir.

Kiyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?

Pemuda : Kulit.

Kiyai : Terbuat dari apa pipi anda?

Pemuda : Kulit.

Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda : Sakit.

Kiyai : Walaupun syaitan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Allah menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk syaitan.

kisah yang sungguh menggugah hati seorang manusia (yang ga ngerasa apa2 bukan manusia).
gw dapet kisah ini dari orang yang gw hormati meskipun ga gw kenal....

Salam damai penuh kasih, Merdeka!

Nugrahaboy
17:20

Mengingat Kembali Masa Lalu

1 Comments »
hmm, judul yang sepertinya menuduh gw udah tua, tapi belom kok, tenang aja, gw masih 16 tahun. Kata guru bahasa Indonesia gw pas smp, memilih judul harus sesuai dengan isinya, yup, gw akan menceritakan pengalaman gw hari ini, saat gw pergi meninggalkan rumah untuk buka bareng di tempat yang penuh kenangan, yaitu SD.

SD gw terletak di perbatasan Jakarta Pusat dan Jakarta Timur, kalo lo buang air kecil di sd gw, lo ada di jakarta Timur, tapi air seni lo jatuhnya ke jakarta pusat (ga percaya? terserah), Hari jumat gw dikasitau ada acara buka bersama di SD pada hari sabtu, berhubung rumah gw sekarang pindah, jadi agak jauh dari SD, gw sedikit males, tapi berhubung rasa kangen gw sama Drs H. Lutfiah Ba'arram (kepala sekolah SDIT Nurul Hikmah abadi dan tidak akan pernah diganti sebelum pensiun mungkin), akhirnya gw memutuskan untuk dateng.

Jam 3 gw siap-siap, dengan atasan kaos polo warna putih dan jelana jeans hitam, gw melesat ke SD gw, pertama-tama yang diperlukan oleh semua orang adalah tujuan, kenapa? supaya ga nyasar, dan tujuan gw adalah kampung melayu, berangkatlah gw, sampe di jalan raya gw ngeberentiin mobil carry warna merah, yakni k22 arah kalimalang, gw meluncur melewati as-syafi'iyah, terus ke jembatan tol dan akhirnya gw tersadar akan suatu hal yang dahsyat, yang dapat mengubah semuanya, suatu pemikiran cemerlang gw yang telat datengnya, yaitu sebuah kendaraan yang ga bikin repot dan yang lebih cepat nganterin gw ke kampung melayu dibandingkan k22, ok, itulah mobil kijang berwarna biru, M18 jurusan kampung melayu, sial, kenapa gw ga nyadar hal penting ini? gw menghabiskan duit 2500 untuk bayar k22, padahal gw bisa aja langsung sampe kampung melayu kalo naik M18. pantek.

Akhirnya gw turun dari k22 dan naik M18 ke kampung melayu, jalanan sedikit terhambat, tapi gpapa, soalnya supirnya ngajak ngobrol gw meskipun gw ga ngerti maksudnya apa (ngomongin kredit motor, gw bingung, kalo gitu knapa dia ga jadi tukang ojek dan memilih hidup susah dikejar setoran?). Akhirnya gw sampe di kampung melayu, tujuan gw berikutnya adalah terminal busway, gw rencananya bakal naik transjakarta turun di gramedia matraman terus naik ojek atau jalan kaki, tapi tuhan berkehendak lain, antrian busway yang panjang membuat gw enggan untuk naik. Alternatif selanjutnya adalah taksi, gw akhirnya nungguin taksi, kalo bisa express atau ga yang tarif bawah, tapi kayanya tuhan sedang menguji gw, yang lewat semuanya blue bird bahkan ada silver bird, pas taksi express lewat, gw dicuekin ama abangnya (udah kaya bang?), ok, akhirnya gw menyadari sesuatu, Tuhan lagi pengen gw keringetan.

Sebenarnya di belakang gw udah menunggu orang dengan wajah melas, menunggu pelanggan, gw kasian, dan akhirnya gw memutuskan untuk menggunakan jasanya, Bajaj, ini bukan pertama kalinya gw naik bajaj, waktu sd gw sering naik bajaj, untuk sekarang ini gw naik bajaj setelah 5 tahun lebih gw ga naik. sebenarnya gw enggan, soalnya gw udah dandan rapi buat acara buka puasa, tapi akhirnya gw naik juga. Terjadi perdebatan alot antara gw dan abang bajaj perihal tarif dan gw ngalah gw ga bisa pertahanin harga Goceng yang gw tawarkan, si abang dengan 12ribunya menang. Sebuah kesenangan ketika naik bajaj adalah, lo bisa teriak sesuka hati, tanpa takut dimarahin supirnya, yup, itulah yang gw lakuin, gw nyanyi 2 lagu nasional Indonesia, 17 Agustus dan halo-halo bandung di dalam bajaj, gw teriak tapi gw sama sekali ga denger suara gw, biarpun si abang denger dan ngerasa berisik, gw bakal bilang, yang penting gw bayar 12ribu.

Pas lagi berhenti di lampu merah, gw ngeliat sebuah mobil apv warna item, ada logonya dan tulisan (Persatuan Supir Ojek Seluruh Indonesia), anrit, yang bikin gw bingung, tukang ojek tapi kendaraan dinasnya apv, gokil, jangan-jangan itu isinya pengusaha yang udah bosen sama duit akhirnya memilih jadi tukang ojek, atau kaya di sinetron, orang kaya yang jatuh cinta sama anak perawannya tukang ojek, dan dia memutuskan untuk menjadi tukang ojek buat PDKT, swt, bodo amat. Akhirnya gw sampe di SD, gw bayar tukang bajajnya 20 ribu, padahal tadinya sepakat 12ribu bahkan sampe debat kaya di tvone malah, biarin, gw emang baik, dan gw agak seneng juga waktu liat wajah abang bajajnya yang sedikit cengo.

Gw masuk ke dalam SD, ga banyak berubah bangunan nya, orang pertama yang ketemu sama gw yaitu, bu efi, panggilannya Drs H Lutfiah Ba'arram, Kepsek SDIT. Yang bikin gw seneng adalah semua guru bilang, 'wah hafiz berubah ya, jadi tambah tinggi banget' ( yaiyalah masa gw mengecil, lagian kalo gw bertambah pendek ga mungkin gw lebih tinggi dari guru-guru SD, bingung? yaudah), ternyata tradisi lomba waktu bulan puasa tetap berjalan, gw pengen tau siapa nih penerus-penerus gw di sini, tapi gw telat, lombanya udah kelar, tinggal bagiin hadiahnya doang. Akhirnya gw ngobrol-ngobrol dengan bu Imas, dan guru yang lain, ga lain membicarakan knapa gw berubah, katanya dulu gw pecicilan, dan sekarang gw jadi kalem, padahal gw cuma jaim dikit sama guru-guru itu. Ok, setelah itu gw mengasingkan diri dari para guru sebelum gw dituduh bukan Hafiz yang Asli dan nyembunyiin Hafiz yang asli di suatu tempat yang tidak terjangkau, seperti septic tank rumah yang cuma tikus dan kecoa yang bisa masuk.

Gw mencari temen gw yang lain, dan gw denger, Fikri, temen gw yang udah susah dihubungi itu dateng, katanya lagi pergi sama rendy ngeliat gedung SD yang baru, yaudah, gw tunggu, gw akhirnya gabung sama temen-temen gw yang cewek, mereka ributin tentang makanan, pada mau pesen hokben di kenari katanya, gw ga ikutan, terima jadi. Tetapi gataunya makhluk-makhluk imbisil itu belum berubah, dasar fakir miskol, hp pada bagus ga ada yang bisa dipake, ujung-ujungnya minjem punya gw, dan tetep aja hasilnya nihil, ga nyambung sama hokbennya. gw akhirnya berinisiatif mesen soto bang mul, soto terlaris disitu, sumpah enak, ga boong, tapi gataunya
tutup.

Akhirnya datang juga fikri yang dibonceng rendy, dan membawa makhluk laknat, doni, buat anak 81 yang baca, dia nih yang ngerusuhin fs emperor waktu itu, kebetulan doni bawa motor, akhirnya kita ber4 diperintahkan buat dateng langsung ke hokbennya, meninggalkan fadhil seorang diri bersama dengan para wanita. gw disuruh mesen 11 kotak hoka hemat 1, tapi gw mesen 15 aja biar ga ribet, sumpah gw yang bayar sisanya, tenang aja. sesampainya di hokben gw langsung mesen, terus katanya disuruh nunggu sebentar, gataunya sampe maghrib belom juga kelar pesenan, akhirnya ber4 buka puasa make teh botol, ga beli di hokben, tapi minumnya di situ, bodo amat, di hokben ada karyawannya yang bikin gw gondok, gw lagi duduk di bangku yang enak, disuruh pindah ke bangku plastik jelek, katanya kalo ga makan di situ duduknya di bangku plastik aja, dan gw liat orang yang duduk ditempat tadinya gw duduk, bareng sama temennya, gw liat total makanan mereka ga lebih dari 50 ribu, pantek, padahal gw mesen sampe 150ribu tapi harus duduk di bangku plastik, gw ga bakal mau dateng ke hokben ini lagi walaupun dibayarin (lagian gw ga suka dibayarin). setelah sekian lama, akhirnya pesenan gw selesai juga, kita ber4 langsung melesat kembali ke sekolah, sampe sekolah gw langsung minum teh kotak dan makan lontong.

Hmm, solat maghrib berjamaah di SD, gw ikutan lah, malu sama guru, juga malu ada fikri, anak pesantren yang katanya abis lulus mau ke madinah, gw doain deh biar nanti kalo udah di madinah ga takut diseruduk onta(ga nyambung biarin). Terus gw wudhu, Di tempat wudhu gw mengalami nostalgia, gw inget banget waktu itu ada adek kelas gw namanya Rodiyan kalo ga salah, waktu itu lagi wudhu gw jitak kepala lonjongnya sambil gw katain lontong isi otak (kaka kelas kurang ajar?bodo amat) akhirnya gw ikut solat maghrib jamaah, nah, gw mengalami kejadian memalukan, pas sujud celana boxer gw keliatan, pantek nya diliat sama anak-anak SD, dibilangnya kancut gw warna-warni, anjrit gw malu, dan akhirnya gw belagak pilon, pura-pura zikir aja selesai solat.

Abis solat gw ngobrol-ngobrol sama pak tarjo, obrolannya agak berat, buat lo yang baca juga ga bakalan ngerti gw jamin makanya ga gw tulis, pokonya omongan pak tarjo yang lo semua harus tau adalah, 'kamu berubah banget ya fiz, memang seiring dengan bertambahnya ilmu seseorang, orang tersebut akan terlihat lebih dewasa, ilmu yang bapak maksud bukan cuma pelajaran, tapi juga ilmu untuk bersosialisasi, dan kayaknya kamu dapet deh dua2 nya, bapak bisa liat dari perubahan kamu', oke, gw senang mendengar pernyataan itu, dan gw berjanji bakalan jaim sebisa gw kalo dateng ke SD lagi.

Akhirnya waktu makan tiba, dan sialnya si Andres dateng, cuma buat makan?sial. akhirnya gw bersama temen2 makan di kelas 2a, yang lain pada makan hokben, gw cuma makan burger yang dikasih sama bu efi, memang, gw lah yang paling menghargai pemberian orang. selesai makan kita ngobrol2, abis itu gw memutuskan untuk keliling sekolah, gw liat2 kelas gw yang lama, sialnya sekarang tiap kelas udah ada AC flat yang udah make remote (dulu ada AC cuma masih yang manual nyalaninnya) dan ada Dispenser . Setelah itu gw liat2 lemari piala, memang sih sedikit bertambah, tapi yang gw liat piala yang lama hasil kerja keras gw, ada piala cerdas cermat tingkat DKI, Jakarta Timur dan Kec Matraman, hasil kerja keras gw pas kelas 6, dinda dan firda, ada juga piala lomba hafalan Qur'an tingkat DKI, Jakarta Timur, dan Kec Matraman, hasil dari gw sendiri pas kelas 5. setelah puas keliling-keliling, gw balik lagi ke tempat temen2 gw ngumpul, pindah ke kelas 2b yang ACnya lebih dingin, ngobrol2, foto2, udah. akhirnya temen gw, egy pamit pulang, gw bingung, gataunya yang lain juga pada bubar gtu. yaudalah kita pamitan sama guru-guru, terus pulang.

sekian.

Salam Damai Penuh Kasih, Merdeka™!

Nugrahaboy.

PS : saya mendoakan pacarku tersayang, dita nadya ardiyani supaya lekas sembuh...Amin
21:56

erepublik.com (belajar untuk menjadi citizen yang baik)

1 Comments »
hmm, www.erepublik.com, merupakan sebuah website fantastis, sebuah web-based Game yang mengajarkan bagaimana kita menjadi seorang warga negara sebuah negara, mengajarkan apa yang dimaksud dengan bela negara. memiliki fasilitas-fasilitas yang sangat baik meskipun baru versi beta, bagaimana kita dapat bekerja dan melatih diri kita agar kita memiliki kekuatan untuk siap dalam menghadapi peperangan dengan negara lain.

Erepublik memiliki 5 fitur utama, yaitu :
1. Society
bagaimana kita sebagai warga negara bisa bersosialisasi dengan warga lain, kita dapat mengatur profile kita dan menampilkan avatar kita, selain itu kita dapat berteman dengan warga lain, dan kita bisa menginvite (mengajak gabung) orang lain untuk bermain erepublik.

2. Economy
Sebagai warga negara yang harus memenuhi kebutuhan kita sehari2 yaitu makan, kita harus mendapatkan uang (IDR di eIndonesia), kita dapat mendapatkan IDR dengan cara bekerja, untuk bekerja kita dapat post CV atau dengan mengirimkan pesan kepada para General Manager perusahaan, untuk yang pertama kali bermain dapat mengirim pesan kepada perusahaan negara BUMN.
Selain itu kita juga dapat menjadi seorang General Manager, kita dapat membuat perusahaan sendiri dengan modal utama 40 Gold. Seorang general manager dapat melakukan perekrutan karyawan dengan melihat list dari CV yang telah dipostkan oleh warga.

3. Politicy
Yang menarik dari erepublik adalah bagaimana kita dapat bergabung dalam pemerintahan, kita dapat bergabung dengan suatu partai yang menjadi kendaraan politik kita untuk masuk ke dalam pemerintahan, kita dapat menjadi seorang congressman, mayor (Gubernur), bahkan seorang presiden. (Partai Rakyat Merdeka merupakan contoh partai besar di eIndonesia).

4. Military
kita dapat membela negara kita dari ancaman, atau bahkan menjadi pasukan perdamaian, kita dapat membantu negara lain yang terlibat perang dengan menjadi seorang tentara. kita dapat latihan tiap hari, latihan itu dibutuhkan untuk menambah Strength, sehingga ketika kita maju ke medan tempur, peluang kita untuk menang menjadi lebih besar.

5. Media
Bagi para citizen yang suka menulis dan ingin agar tulisan nya dibaca oleh warga lain, kita dapat membuat sebuah newspaper, dari newspaper itu kita dapat menulis sebuah artikel. perlu diperhatikan dalam menulis sebuah artikel HARUSLAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN EREPUBLIK, janganlah sekali-kali melakukan junk, karena anda dapat dilaporkan kepada admin, dan admin dapat memberikan anda permanent ban.

Ayo bermain erepublik, jika ada yang ingin bergabung komen artikel ini dengan menyertakan alamat email, sekian dan terima kasih.
17:08

Siti Nurbaya

0 Comments »

Di sebuah desa yang indah, hiduplah seorang gadis berparas cantik jelita, memiliki mata yang indah, rambut panjang sebahu, yang membuat laki-laki mudah jatuh hati padanya. Gadis desa itu bernama Siti Nurbaya, ia hidup bersama dengan ayahnya yang seorang duda bernama Baginda sulaiman. Siti memiliki seorang sahabat sejak kecil, teman sepermainan, tetangga, yaitu Samsul Bahri, anak sultan mahmud syah. Pada suatu hari, di sebuah saung di tengah sawah, siti dan sam sedang bercakap-cakap sambil menunggu kedatangan pak ali, kusir keluarga samsul. Pak ali datang terlambat karena harus menjemput tamu sultan mahmud syah, yakni Datuk Maranggi. Mereka pun bergegas pulang

Di rumah sultan mahmud syah, tampak seorang pria tua bangka, berwajah buruk rupa, tapi seorang juragan kaya, Datuk maranggi pemilik dari warung sate maranggi yang terletak di Cikampek arah ke purwakarta, yang suka main perempuan. “ Hahahaha” tawa datuk maranggi dengan suara serak yang jelek khas dirinya. “ngomong-ngomong berapa banyak kau pinjam uang dariku?” “Sekitar 20 juta Datuk, tapi apa yang dapat saya berikan sebagai jaminannya?”. Datuk maranggi tertawa kembali, “Hahahaha, sultan, kau dan aku sudah berteman sejak lama, tidak perlu lah kau memberi jaminan kepadaku.” “Benarkah? Terima kasih datuk.” Sultan mahmud menjabat tangan datuk maranggi yang kasar dan keriput. Tak lama kemudian dari jendela terlihat siti nurbaya masuk ke rumahnya, Datuk maranggi yang melihatnya pun bertanya “Hai, sultan mahmud, siapa gerangan gadis sebelah itu?” tanya datuk maranggi. “Dia adalah siti nurbaya, kembang desa di desa ini, anak perawan baginda sulaiman, saudara hamba datuk.” Jawab sultan. “Cantik sekali gadis itu, dapatkah aku berkenalan dengannya?” “Tentu saja datuk, anak saya sam akan mengantarkan anda.”

“Siti, perkenalkan ini adalah datuk maranggi teman ayah saya, Datuk, ini Siti Nurbaya”. “Huahahaha, siti nurbaya, wajahmu sungguh cantik bak bidadari turun dari kayangan.” “Terima kasih datuk atas pujiannya, mari masuk dahulu, minum secangkir teh.” “Oh tidak perlu siti, saya sudah harus pulang, sampai jumpa lagi lain waktu.” “Senang berjumpa dengan anda datuk.”

Datuk maranggi pun hampir setiap hari datang ke rumah siti nurbaya, ayah siti, baginda sulaiman merasa risih akan kedatangan lelaki tua meskipun setiap kedatangannya baginda sulaiman selalu mendapatkan kertas biru atau merah yang tentunya banyak dimiliki oleh anggota DPR yang mendapatkan limpahan dana dari Bank Indonesia.

Ternyata tidak seperti dengan wanita-wanita terdahulu, saat ini Datuk Maranggi merasa benar-benar jatuh hati kepada Siti Nurbaya, aki-aki yang merasakan cinta, wew. Setiap malam minggu datuk maranggi bertamu ke rumah siti nurbaya, memakai baju yang merupakan negasi dari enak dilihat dan pakaian yang berbau kispray yang seperti sengaja dituang ke seluruh permukaan baju, meski begitu layaknya cowok ngapel yang bermodal besar, Datuk maranggi membawakan hadiah-hadiah yang indah untuk Siti. Ternyata sam yang melihat dari rumahnya pun merasa gundah hatinya, ia merasa cemburu dengan laki-laki tua itu. Ia seperti kalah bersaing dengan pria tua yang sebenarnya sudah sangat layak untuk masuk ke keranda jenazah. Meski begitu ia juga tak enak kepada Datuk karena ayahnya memiliki hutang besar kepada Datuk Maranggi.

Siti Nurbaya yang pada awalnya merasa risih dengan kedatangan lelaki tua bangka itu mulai merasakan ketulusan Datuk Maranggi, meskipun begitu layaknya gadis normal tentu saja ia tidak sampai menyukai Datuk Maranggi yang lebih pantas untuk dipanggil Kakek olehnya. Tetapi setelah dipengaruhi oleh beberapa teman yang belum layak dikategorikan sahabat, siti berniat menggunakan kesempatan untuk mendapatkan semua yang ingin dia miliki.

Siti pun selalu curhat dengan Sam, berduaan di saung di tengah sawah, meskipun sam berpakaian ala kadarnya dengan badannya yang bau keringat, siti lebih merasa nyaman dengannya. Dan Samsul merasa sangat bahagia sekali begitu mendengar siti curhat dengannya mengenai perasaannya kepada Datuk Maranggi.

Datuk Maranggi mengetahui kebiasaan Siti yang selalu berdua-duaan dengan Sam merasa geram, ia merasa diduakan oleh gadis cilik. Ia memasang alat penyadap, meminjam dari Conan Edogawa, teman profesor Agasa yang merupakan teman jajan gorengan dan es kelapa Datuk di Gamprit Raya. Alat penyadap itu dipasang di saung tempat Siti dan Samsul biasa bertemu.

Datuk yang gagap akan teknologi, tidak dapat menggunakan alat tersebut, dan malah ia bersembunyi di kolong saung untuk mencuri dengar pembicaraan Siti dan Sam. Ia mendengar bahwa siti hanya memanfaatkan dirinya, ia pun patah hati, pingsan di kolong saung yang mungkin akan menjadi rumah abadinya jika ia tidak terbangun.

Keesokan harinya Datuk datang ke rumah Siti, ia meminta penjelasan dari Siti, Siti yang memang bukan siapa-siapanya Datuk Maranggi tentu tidak merasa bersalah. Memang Datuk Maranggi terlalu berlebihan, seperti Indonesia yang berlebihan memiliki sumber daya alam dan hutang luar negeri.

Baginda Sulaiman yang geram dengan kisah cinta putrinya yang seperti sinetron-sinetron Televisi yang sifatnya tidak mendidik menikahkan putrinya dengan lelaki bule darah campuran yang kebetulan lewat depan rumahnya.

Ending yang kurang asik. Maaf ya...

23:22