Kisah dokter muda bukan koas yang ga pernah suka meriksa anak kecil dan pengen jadi dokter nuklir/radiologist
Rabu, 25 Agustus 2010
The Reason - Hoobastank
There's many things I wish I didn't do
But I continue learning
I never meant to do those things to you
And so I have to say before I go
That I just want you to know
I've found a reason for me
To change who I used to be
A reason to start over new
And the reason is you
I'm sorry that I hurt you
It's something I must live with every day
And all the pain I put you through
I wish that I could take it all away
And be the one who catches all your tears
That's why I need you to hear
I've found a reason for me
To change who I used to be
A reason to start over new
And the reason is you
And the reason is you
And the reason is you
And the reason is you
I'm not a perfect person
I never meant to do those things to you
And so I have to say before I go
That I just want you to know
I've found a reason for me
To change who I used to be
A reason to start over new
And the reason is you
I've found a reason to show
A side of me you didn't know
A reason for all that I do
And the reason is you
Minggu, 22 Agustus 2010
ternyata selama ini saya yang bodoh
awalnya ingin mengalah, ternyata saya salah....
Jumat, 30 Januari 2009
Continued Story Part 1
Orang-orang di sekitarku sepertinya mencemaskan kondisiku, tubuhku panas, suhu termometer menunjukkan 40.5 derajat celcius, jauh melewati batas normal 36-37 derajat celcius, namun aku menggigil, seperti berada di kutub selatan, di ujung dunia.
Benci, itulah yang aku rasakan, perasaan antipati terhadap nyamuk aedes aegepty yang telah membuatku menderita selama 9 hari terus menerus muncul di benakku. Liburan selama 2 minggu sama sekali tidak berarti, tanpa rekreasi, tanpa pulang ke kampung halaman, tanpa internet, tanpa erepublik, ym, dan sebagainya. Hanya berbaring di tempat tidur, pergi ke kamar mandi, menonton televisi di sebuah kamar yang sepi, hanya ada aku yang lemas, dan satu orang anggota keluarga yang mendampingiku. Aku tidak ingin berada di sini, aku ingin pulang secepatnya, namun tidak bisa, selama 9 hari aku harus terkurung dalam penjara berkedok medis ini.
Aku pun sama sekali tidak pernah menyangka akan masuk ke tempat ini, sebelumnya aku selalu segar bugar, tidak terlihat tanda-tanda kelelahan, bahkan aku sempat pergi ke bandung bersama teman sesama pemburu perguruan tinggi selama 2 hari. Aku tidak merasa ada yang aneh dengan tubuhku, hingga pada suatu malam ketika aku tertidur, aku merasa kedinginan, tanpa Air Conditioner namun terasa sangat dingin, hingga aku bangkit dari tidurku dan mengenakan jaket tebal, namun rasa dingin itu tidaklah pudar, bahkan seluruh tubuhku merasa dingin, sangat aneh.
Pagi harinya semuanya kembali normal, aku merasa tubuhku sehat, dan aku dapat beraktivitas dengan baik, siang hari aku pergi ke cikampek bersama dengan keluargaku untuk mengunjungi famili kami, di tengah perjalanan aku merasa aneh dengan tubuhku, berbeda dengan yang semalam aku rasakan, kini semuanya sangat berlawanan, aku merasakan panas yang begitu hebat mengelilingi tubuhku, aku bahkan tidak dapat memakan apapun, donat yang dibeli di rest area km 19 aku muntahkan, bahkan saat berada di rumah makan sate maranggi aku tidak dapat makan apa yang aku suka, sate maranggi yang biasanya dapat aku habiskan dengan cepat satu porsinya tidak dapat aku masukkan ke dalam tubuhku satu tusuk pun, selalu aku muntahkan, hingga “promag” menolongku untuk memakan semangkuk sup.
Pada malam hari kami telah pulang dari cikampek dan sudah berada di rumah, aku pun kembali merasa dingin, saat itu ibundaku menyadari keanehan dalam diriku, di saat aku merasa kedinginan, beliau memeriksa suhu tubuhku, dan yang aneh, berdasarkan pemeriksaan ternyata suhu tubuhku tinggi, namun kenapa aku merasa sangat dingin?
Menyadari kondisiku yang aneh ini, ayah dan ibundaku membawaku ke sebuah rumah sakit, pukul 9.00 aku dibawa ke sebuah rumah sakit, ini membuatku curiga, karena biasanya aku diantar ke dokter langganan kami di daerah otista, namun kali ini orang tuaku dengan pasti membawa ke rumah sakit, aku sadar bahwa ada sesuatu yang gawat pada tubuhku. Sepanjang perjalanan aku mengeluh, kepalaku sakit, mual dan sebagainya, hingga akhirnya aku telah berada di ruang dokter dan dokter menganjurkan untuk periksa darah. Tidak ada yang aneh dengan hasil periksa darah itu, hanya trombositku saja yang sedikit di bawah normal, 156 bukanlah angka yang buruk. Namun aku dianjurkan untuk menunggu, beberapa jam, hingga aku bosan, namun tidak dapat berbuat apapun karena tubuhku sudah sangat melemah.
Setelah menunggu beberapa lama, ternyata aku harus menjalani periksa darah untuk ke dua kalinya, aku pun terkejut dengan hasilnya, anjlok cukup jauh dari pemeriksaan yang pertama. 113, aku tahu itu bukanlah angka yang baik untuk trombositku, kini aku berada antara 2 penyakit yang berkaitan dengan rendahnya jumlah trombosit, tipes dan demam berdarah, dan dokter berkata kedua penyakit itu ada dalam tubuhku.
Rawat inap, aku di anjurkan oleh dokter untuk menjalani rawat inap, pada awalnya aku tidak merasa itu adalah sebuah masalah yang besar, hingga akhirnya ibundaku berkata bahwa kamar VIP di rumah sakit itu sudah penuh, bahkan untuk kamar kelas 1 dan 2, hanya tersisa kamar kelas 3, akhirnya keputusanpun dibuat, aku dirawat di kamar kelas 3, dan apabila pasien kamar VIP ada yang sudah pulang, aku akan dipindahkan ke kamar itu, diantar dengan kursi roda oleh suster, aku memasuki kamar kelas 3 yang memuat 8 orang dan jika dibandingkan kamar VIP dengan luas kamar yang sama dan dihuni oleh 1 orang, kamar ini terlalu mengerikan, bahkan tidak sekat ataupun gorden yang membatasi pasien yang satu dengan lainnya, tidak ada privasi di sini, layaknya barak tentara. Akupun berpikir bahwa aku tidak akan sembuh berada di sini.
Kamar kelas 3, Sesuai dugaanku, kamar yang berisi 7 orang dari kuota maksimal 8 orang ini sangatlah gaduh, apalagi pada saat jam besuk, aku tidak suka ini, aku tidak dapat beristirahat dengan tenang, ingin rasanya aku bangkit dan memaki mereka semua, namun tidak kulakukan, justru aku memberikan ultimatum kepada ibundaku untuk sesegera mungkin pindah dari kamar ini.
Pasien-pasien selainku adalah Seorang pemuda, anak seumuranku, bapak berambut ikal, bapak kurus, pemuda gemuk yang sepertinya orang pengajian, dan pemuda berkulit hitam yang disebut ketua RT karena ia adalah yang paling awal masuk sini. Setelah kedatanganku datanglah pasien ke-8 yang melengkapi kamar ini, seorang bapak paruh baya, bapak ini orang betawi, bertambahlah kejengkelanku atas kamar ini, aku yakin kamar ini akan semakin gaduh karena kedatangannya.
Bersambung....
Kamis, 06 November 2008
Gara-gara sakit di rumah bisa posting ^^
Sudah lama sekali gw gak bisa posting artikel di blog ini (maklum, sibuk sob ^^), hari ini gw bisa posting juga karena gw menderita penyakit yang menyebabkan gw susah makan, menyebabkan gw pusing setengah mati, tensi darah gw rendah, dan suhu tubuh gw tinggi (intinya radang tenggorokan) yang menyebabkan gw harus meliburkan seluruh kegiatan harian gw termasuk sekolah dan LIA.
Mengapa gw jarang sekali posting akhir2 ini??
Penyebabnya adalah kesibukan gw di dua dunia, Real Life dan New World, di Real Life gw berperan sebagai anak SMAN 81 Jakarta kelas Akselerasi yang kemarin sedang sibuk2nya ulangan akhir semester 2 buat naik ke kelas XII.
Di New World, gw berperan sebagai ketua umum Partai Rakyat Merdeka yang sedang gencar melakukan kampanye buat mendukung salah satu kader PRM untuk memenangkan pemilu presiden (sekarang udah kepilih nyaris bertepatan dengan terpilihnya Barrack Obama sebagai presiden Amerika), gila kan? Anak SMA jadi ketua partai, dan lagi yang maenin game ini rata-rata anak kuliahan yang suka ngenet di kampus nyolong wireless, pegawai kantoran yang suka nyolong2 waktu di kantor buat internetan, anak Indonesia yang bisa kuliah di Luar Negeri dan memanfaatkan akses internet gratis di LN buat internet, pokonya 3887 orang Indonesia memainkan game ini, dan 140ribuan orang di seluruh dunia memainkan game ini, erepublik, yak inilah dunia Internet, di dunia maya ini, anything is possible, anak sma bisa ngatur anak2 kuliahan dan orang kantoran, semua bisa bukan karena coca cola, tapi tergantung seberapa besar akses internet yang kita miliki (bukan maksud menghina yang masih telkomnetinstan ^^). Buktinya adalah gw bisa jadi ketua umum partai, mengusulkan calon presiden, mengusulkan nama2 anggota calon kongres, dll.
Itu baru pembukaan bro and sis ^^, ini baru inti dari postingan gw kali ini. Hari ini gw mendapatkan banyak sekali pelajaran.
Pelajaran yang pertama, jangan banyak-banyak makan gorengan, kalo lo udah pernah ngerasain rasa sakit yang gw rasain hari ini, lo bakalan berpikiran untuk mendemo tukang gorengan yang lewat depan rumah, karena minyak bekas yang dipake sangat berbahaya bagi tenggorokan anda. Percayalah....
Pelajaran yang kedua adalah jangan tidur terlalu mepet dengan tembok, ketika sakit, gw terlalu banyak menghabiskan waktu di kasur, dan entah kenapa, tidur mepet2 tembok enak sekali rasanya, sangat nyaman untuk bersenderan di tembok, namun berhati-hatilah akan bahaya kejedot, sakit sekali rasanya, apalagi jika anda sedang menderita sakit tenggorokan, sangat tidak menyenangkan.
Tuh kan televisi udah bikin gw ngawur, bikin postingan aja ngawur, ga ada kerjaan di rumah, ya akhirnya begini deh...hahahaha
Salam damai penuh kasih, Merdeka!
nugrahaboy
Rabu, 01 Oktober 2008
Laskar Pelangi
Sebelumnya terjadi perdebatan yang cukup alot mengenai lokasi yang tepat untuk nonton, gw menganjurkan ke blitz yang baru di daerah Kelapa Gading, setidaknya kami berusaha untuk tidak ke MM lagi. Namun apa mau dikata, kalau orang tua sudah berbicara, mau tidak mau kami harus menerima, dengan alasan bulan puasa dan waktu nonton mendekati malam hari (sekalian mau buka puasa), kami di anjurkan untuk tidak pergi terlalu jauh, yah akhirnya kami pun menerima usulan orang tua, pergilah kami ke tempat yang terdekat.
MM.
Kamipun janjian di LIA Galaxy, sekalian bayar LIA, yup, maksud hati mau bayar, uang pun sudah dipersiapkan, tapi sepertinya Tuhan lebih suka kalau saya balik lagi ke LIA lain waktu. (Jauh abis ni tempat dari rumah gw), insiden besar terjadi, sebuah kejadian paling menggemparkan dan tidak akan bisa dilupakan.
GW GA BAWA KARTU NYA....
Akhirnya kami pun meluncur ke Metropolitan Mall, dan mendapati suatu kenyataan pahit bahwa tiketnya yang jam 2 udah abis. Ya karena lagi puasa, akhirnya kami pun bersabar dan membeli tiket yang jam 5 aja, lagipula kami bisa menunggu waktu di Gramedia dan membeli beberapa buku (namanya juga punya duit, kalo ga punya pasti nasibnya kaya orang-orang yang cuma nungguin sambil bengong, ketauan cuma bawa duit 20ribuan pas2an sama harga tiket) dan pulpen seharga 21500. Selain ke Gramedia kami sempat keliling-keliling terus fotobox. ya pokoknya ga cuma bengong nungguin sampai jam 5.
Setalah cukup lama menunggu, akhirnya waktu yang dinantikan tiba, kami berdua masuk studio setelah ada suara informasi yang mengumumkan bahwa studio telah dibuka. Tak pelak, kami pun langsung masuk ke dalam dan mendapati tempat duduk dalam keadaan kosong (yaiyalah benga!).
Jujur menurut kami film laskar pelangi bisa dibilang bagus, bukan.. tetapi sangat-sangat bagus.. kami sengaja membeli kudapan ringan, untuk sekalian berbuka puasa nanti. Cerita yang sangat menarik, lagu yang menyentuh, pengambilan gambar yang sempurna, menjadi rekomendasi dari kami berdua mengenai film Laskar Pelangi. Meskipun kami merasa bahwa film ini agak berbeda dari versi novelnya. Saya tidak menganggap itu suatu masalah yang besar. Karena kita harus menghormati imajinasi. Terdapat perbedaan yang begitu besar antara imajinasi penonton, dengan imajinasi pembaca. Ketika kita menonton, maka kita menggunakan imajinasi penonton,mengikuti imajinasi sang sutradara. Tetapi ketika kita menjadi pembaca, kita menggunakan imajinasi pembaca, sehingga kata-kata merupakan sumber ide yang memperkosa imajinasi kita, imajinasi kita bebas, bebas menafsirkan yang kita inginkan.
Akhirnya film pun berakhir, kami pun keluar dari teater dan pergi mencari tempat makan untuk berbuka puasa. Setelah itu kami pulang dengan perasaan lega karena rasa penasaran kami telah terpuaskan oleh film yang sangat menggugah dan menggambarkan keadaan dunia pendidikan di Indonesia, Film kreatif dari karya novelis yang memiliki banyak inspirasi dan dikemas oleh sutradara jenius yang membuat orang yang menontonnya akan merasa berdosa jika tidak mensyukuri hidup.
Sekian
Salam damai penuh kasih, Merdeka!
-Nugrahaboy-
Rabu, 24 September 2008
Pertanyaan Bodoh Manusia
Bismillahirrahmannirrahim...
Gw punya sebuah kisah, yang gw rasa akan ada salah satu darilo merasa sangat goblok karena memiliki otak sedangkan lo ga bisa menggunakan, mempunyai hati tapi lo ga bisa merasakan.
beginilah kisahnya :
Ada seorang pemuda yang meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, kiyai atau siapa saja yang bisa menjawab 3 (tiga) pertanyaannya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, yaitu seorang kiyai.
Pemuda : Anda siapa dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanya an saya?
Kiyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.
Pemuda : Anda yakin? Sedangkan Profesor dan ramai orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Kiyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.
Pemuda : Saya ada 3 pertanyaan:
1. Kalau memang Allah itu ada, tunjukan wujud Allah kepada saya ?
2. Apakah yang dinamakan takdir ?
3. Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Allah tidak pernah berfikir sejauh itu ?
Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras.
Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa anda marah kepada saya?
Kiyai : Saya tidak marah...Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.
Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.
Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit.
Kiyai : Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada?
Pemuda : Ya!
Kiyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu!
Pemuda : Saya tidak bisa.
Kiyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama...kita semua merasakan kewujudan Allah tanpa mampu melihat wujudnya.
Kiyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda : Tidak.
Kiyai : Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari ini?
Pemuda : Tidak.
Kiyai : Itulah yang dinamakan takdir.
Kiyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
Pemuda : Kulit.
Kiyai : Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda : Kulit.
Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Sakit.
Kiyai : Walaupun syaitan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Allah menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk syaitan.
kisah yang sungguh menggugah hati seorang manusia (yang ga ngerasa apa2 bukan manusia).
gw dapet kisah ini dari orang yang gw hormati meskipun ga gw kenal....
Salam damai penuh kasih, Merdeka!
Nugrahaboy