Jumat, 21 Februari 2014

Forensik

Menjalani kepaniteraan klinik di forensik itu 100 kali lipat lebih menyenangkan dibandingkan bagian lain.


Terhitung 10 Februari - 17 Maret 2014 saya menjalani kepaniteraan klinik di departemen ilmu kedokteran kehakiman atau yang lebih akrab didengar sebagai departemen forensik. Setelah rotasi sebelumnya saya belajar bagaimana menangani kelahiran (bagian obgyn), kini berputar seratus delapan puluh derajat, saya belajar bagaimana menangani kematian.

Seperti detektif conan!
Sejak kecil saya senang membaca komik detektif conan. Untuk kalian yang juga senang membaca serial detektif conan, seperti itulah gambaran menjadi dokter forensik. Penuh teka-teki dan misteri, ketika ada suatu kasus terjadi (sebagian besar pembunuhan) seorang dokter forensik harus dapat menjawabnya dalam bentuk visum et repertum, apa penyebab kematiannya. Visum yang dikeluarkan seorang dokter forensik dapat menjadi alat bukti yang sah untuk membantu polisi (penyidik) untuk mengungkap fakta dibalik suatu kasus. Demi tegaknya keadilan sesuai dengan kata forensik itu sendiri yang berarti "demi keadilan".

Mungkin banyak rekan-rekan sesama dokter muda yang tidak menaruh minat pada kedokteran forensik, tapi bagi saya, ilmu ini cukup membuat takjub. Hal yang membuat ilmu ini menyenangkan untuk dipelajari adalah tantangan untuk memecahkan masalah. Selain itu forensik juga bukan melulu soal ilmiah yang membosankan, tetapi juga berkaitan tentang hukum (aspek medikolegal), bahkan juga kehidupan sosial dan politik,  mengetahui cerita-cerita dibalik kasus yang terjadi seperti kasus yang minggu lalu masuk bagian forensik RSMH yang menjadi berita besar di sumatera selatan tentang sekretaris KPU yang membunuh selingkuhan.

Ah, betapa serunya departemen forensik Menjalani kepaniteraan klinik di forensik itu 100 kali lipat lebih menyenangkan dibandingkan bagian lain. Tidak ada jaga malam, tidak ada follow up pasien, tidak ada datang ke rumah sakit dini hari dan pulang sore hari di keesokan harinya. =))

Menjadi ahli forensik di kemudian hari? Mungkin saja, tapi minat terbesar saya masih jatuh pada kedokteran nuklir atau radiologi.



catatan N-Boy™

Tidak ada komentar: